STRUKTUR MODAL DAN PENGARUHNYA PADA KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI DI INDONESIA
Beberapa rekomendasi yang dapat diambil dari penelitian ini pada dunia usaha jasa konstruksi adalah bahwa pihak manajemen perusahaan jasa konstruksi diharapkan agar: 1. Membuat keputusan pendanaan yang dapat membuat biaya dana seminimal mungkin, guna membuat kinerja keuangan (profitabilitas) menjadi maksimal, mengingat margin keuntungan yang relatif kecil dalam bisnis konstruksi. 2. Menjaga kondisi likuiditas perusahaan yang baik, mengingat industri jasa konstruksi merupakan industri yang bersifat padat modal. Likuiditas yang baik merupakan hal yang penting untuk memastikan kesinambungan proyek yang sedang dijalankan maupun untuk mempermudah memperoleh proyek baru di masa datang, sehingga keberlangsungan bisnis perusahaan di masa depan dapat terjamin guna mencapai kinerja keuangan yang memuaskan. 3. Memperhatikan aspek besarnya tangibilitas aset dan faktor likuiditas dalam menentukan pilihan struktur modal, baik melalui pendanaan utang maupun modal. Kepemilikan suatu perusahaan atas aset tetap dengan proporsi yang besar membuat pilihan utang menjadi lebih memungkinkan, sedangkan tingginya likuiditas membuat pilihan modal menjadi lebih memungkinkan. 4. Melakukan upaya selektif dalam pemilihan proyek dengan memperhatikan margin usaha yang baik untuk dapat memaksimalkan kinerja keuangan.
Baca esai lengkap →